Hello, long time no see. Ah it's been a while since I update this blog. Well yeah I'm just too busy with my work.
Udah kerja sekarang nih, cieeeh
Tapi bad news nya adalah my laptop's internal hardisk is defect! Wth. All my data are gone. Semua data video, musik, manga, fanfic ilang semua.
duh sediiiiih.
Jadi maaf kalau fanfic lamaaaa banget diupdate. Aku perlu mengingat plot nya dulu. Duh mana kerangkanya ilang pisan euy. Sedihhhhh
Yasudahlah.
Well life is hard.
Apalagi dunia kerja.
Beruntung banget suasana kerja di tempat aku enak, orangnya ramah, nggak pelit ilmu, mau tanya apa pun pasti dijawab. Thank God, alhamdulillah lah ya.
But feels like I really need to improve myself, malu juga masih gini gini skill nya, harus ditingkatkan.
Udah deh segini aja ya.
See you soon
Thanks a bunch!
Jumat, 24 April 2015
Sabtu, 15 Maret 2014
New Song from our SCANDAL girls
Our SCANDAL girls release a single without telling us!! Haha. yeah, after the release of Runners High, they directly produce other song. And it is this song!. The title is Departure. Well, I think this one song is great, with MAMI's guitar and the adding of violin instrument really makes this song more special.
The lyric is also good, since MAMI herself is the one writing it.
Here is the caps I made form the PV.
I dont post the lyrics and video here, because well..I dont own the copyright. So if you want to check the video and the lyric just go to this blog. Here
Arigatou for reading. :D
The lyric is also good, since MAMI herself is the one writing it.
Here is the caps I made form the PV.
![]() |
| Tomomi and her beloved bass |
![]() |
| I kinda like the print on Mami's guitar |
![]() |
| Mami~tasu expression is just cute |
![]() |
| Rina with glasses |
![]() |
| SCANDAL, eh but where's Rina? I'm so amateur in capsing, sorry |
![]() |
| Haruna singing |
![]() |
| with violin instruments |
Arigatou for reading. :D
Label:
My J-Ent
[FF] The Sin Part 2
Annyeong haseo. I'm back with this fic. Sorry for really really late updating, hope you enjoy. after this I'll be on hiatus again.
~oOo~
Title : The Sin
Author : Shin Chaerin/ Karin Asuka
Genre : Angst
Rating : PG15
Main Casts :
INFINITE L as Kim Myungsoo/L
A PINK Naeun as Son Naeun
SHINee Taemin as Lee Taemin
Son Jihyo (OC) as Naeun’s little sister
Other Casts :
Type : Chaptered
Disclaimer: Cast bukan milik saya, cerita murni dari saya tapi terinspirasi dari MV MBLAQ It’s War dan T-ara Cry Cry
Chapter 2. The Uninvited Intruder
Chapter 2. The Uninvited Intruder
Myungsoo
POV
Gadis aneh itu menangis, aku merasakan
gejolak asing dalam diriku. Aku benci merasakannya, sakit, seakan aku bisa
merasakan apa yang gadis itu rasakan. Ia terus menangis di pelukanku. Entah apa
yang ada di pikiranku, aku berjanji akan menghentikan air matanya, membuatnya
hanya tersenyum dan menghapus lukanya. Tapi lagi lagi, siapa aku? Hanya pria
asing yang dianggapnya menyebalkan.
“Gomawo yo” katanya sambil mengusap
air mata yang masih membasahi mata indahnya.
“Boleh aku bertanya?” tanyaku
ragu-ragu, takut gadis itu menutup dirinya lagi. Mengejutkan, ia mengangguk.
“Gadis bermantel bulu itu… ah.. aku
tak sengaja melihatmu di toko..” aku berusaha menjelaskan ketika ia tampak
terkejut kenapa aku bisa tahu tentang gadis bermantel itu.
Ia tampak berpikir, dahinya berkerut,
matanya.. menyimpan kepedihan. Mungkin salah jika aku berusaha mengorek tentang
masa lalunya, tapi aku sungguh ingin tahu, apa yang menyebabkan gadis ini
begitu terluka.
“Soojung, dia… temanku.. dulu.”
Katanya singkat. Gadis itu menerawang, matanya tampak berkaca-kaca lagi ketika
menceritakan masa lalunya padaku. Aku tak menyangka ia menceritakan semuanya,
semua kepedihannya. Perasaannya yang tercabik ketika sahabat yang amat ia
percaya mengambil semua darinya, membuangnya seakan ia sampah yang bisa dibuang
seenaknya.
“Aku..memang tak bisa menyalahkan
Soojung.. satu-satunya yang bersalah adalah orang yang membunuh ayahku” katanya
penuh amarah. Ia mengepalkan kedua tangannya.
Tiba-tiba kejadian 4 tahun yang lalu
terlintas di benakku. Gadis empat tahun lalu.. apakah akan merasa seperti Naeun
saat aku…. Membunuh ayahnya?
Naeun
POV
Aku merasa seperti bukan diriku ketika
dengan mudahnya menceritakan masa laluku pada pria menyebalkan itu, Myungsoo.
Bahkan tentang itu, tentang malam mengerikan 4 tahun yang lalu dimana ayahku
dibunuh tepat di depan mataku. Ia tampak terkejut mendengarnya, apakah aku
salah lihat? Tubuhnya tampak sangat tegang ketika mendengar ceritaku.
“Myungsoo sshi? Myungsoo sshi?” aku
memanggilnya berkali-kali tapi ia tak juga menyahut.
“Ah.. ne..” katanya sambil menatapku.
Kenapa dia memandangku seperti itu.. aku tak suka dikasihani..
“Jangan menatapku begitu, aku benci
tatapan penuh rasa kasihan seperti itu..” kataku sambil mengalihkan pandangan
darinya.
Aku merasa sedikit menyesal menceritakan
semuanya pada namja itu. Aku benci dikasihani, dan aku tak butuh itu.
Tanpa kuduga sebelumnya, namja itu
merengkuh wajahku, membuatnya bersitatap dengan wajahnya. Matanya yang tajam
menatap lurus ke mataku. Dan oh.. jantungku mulai berdebar tak karuan, apa yang
terjadi padamu Son Naeun?
“Ini bukan rasa kasihan Naeun ah..”
katanya sambil terus menatapku. Naeun ah? Dia memanggilku seperti itu. Aku
merasa wajahku semakin panas.
“Aku tak tahu apa yang terjadi pada
diriku, yang pasti perasaan ini bukan rasa kasihan….” Katanya.
Apa yang namja ini katakan? Bukan rasa
kasihan lalu apa? Aku terus berpikir, mengamati dua bola mata yang menatapku
itu. Tidak, aku tak bisa membaca apa yang namja ini pikirkan.
“Ah mianhae..” katanya sambil
tiba-tiba melepas sentuhannya di wajahku dan mengalihkan pandangannya.
“Maaf, sebaiknya kau pulang, sudah
larut” katanya pelan, sorot matanya kembali normal. Diam-diam aku menghembuskan
nafas, entah kenapa saat menatap kedua bola mata itu aku merasa teramat sesak,
oke dan sekarang aku sudah bisa bernafas normal lagi.
“Ah ne, annyeong” kataku sambil
berjalan meninggalkan taman itu, menuju ke rumah.
Myungsoo
POV
Sial. Kenapa tiba tiba teringat
kejadian 4 tahun lalu? Masa lalu yang benar benar ingin kulupakan. Masa laluku
sebagai pembunuh . Ya, aku pembunuh. Dan aku tidak bisa memaafkan diriku
sendiri. Apakah gadis 4 tahun lalu andaikan masih hidup bisa memaafkanku yang
telah membunuh ayahnya? Ataukah dia akan tumbuh seperti Naeun, yang dalam
hatinya penuh kebencian dan dendam?
“Ckckck, ternyata kau disini L” suara
seorang pria membuyarkan pikiranku. Suara ini. Aku amat mengenalnya. Lee
Taemin.
“Jadi itu sebabnya kau menolak
ajakanku L?” tanyanya sambil menunjuk arah kemana Naeun pergi. Aku merasakan
firasat buruk tentang hal ini. Lee Taemin bukan nama yang memberiku kabar baik
kapan pun dia muncul.
“Apa maumu?” tanyaku sengit. Aku tak
suka orang ini menyebut nama Naeun, entah mengapa.
“Reaksimu cukup meyakinkanku, gadis
itu yaaa. Haha ternyata L bisa jatuh cinta juga.” Apa mau orang ini? Lee
Taemin, orang yang susah payah aku hindari karena tak mau lagi mengingat
kejadian 4 tahun lalu.
“Apa sebenarnya maumu?” tanyaku lagi,
cukup kesal karena pertanyaanku tak dijawab.
“Kau” jawabnya enteng. Aku sudah bisa
membaca apa tujuannya dengan menyebutkan satu kata itu. Dia mengajakku
melakukan pekerjaan kotor itu lagi.
“Kalau aku menolak?”
“Mudah bagiku untuk membuatmu berkata ‘ya’,
Kau tahu aku bisa melakukan tindakan yang yaaah.. di luar batas” jawabnya
sambil terkekeh. “Mungkin akan kucoba bermain dengan Son Naeun…”
Mendengar nama Son Naeun disebut
olehnya darahku mendidih. Tidak. Orang ini, apa yang akan dilakukannya? Bagaimana dia tahu nama gadis itu? Aku tak mau
gadis itu terlibat. Tidak. Gadis itu.. tak boleh disentuhnya.
Sontak aku menarik kerah baju Lee
Taemin dengan kasar.
“Jangan libatkan dia” kataku tajam dan
dingin. Dia hanya terkekeh.
“Yaaah..kita lihat saja nanti”
jawabnya santai. Aku mendorongnya sampai jatuh. Lee Taemin, orang gila itu
tampak puas sekali melihat reaksiku. Aku meninggalkannya yang masih terkapar di
taman itu. Aku tahu, aku harus segera menemui gadis itu. Son Naeun.
Sial, tapi apa yang harus kukatakan
padanya?
TBC
~oOo~
sebenarnya fic ini dan Curse of the Glass Shoes part 7 sudah lama mengendap di laptop, tapi yah karena keterbatasan waktu, baru deh disempetin nge post sekarang.
Label:
Fanfiction
[FF] Curse of the Glass Shoes Part 7
Helloo, I feel really bad for not updating for such a long time. Yeah, I'm such an irresponsible author, but well here I come again with this kinda old fanfic. Hope you still remember the story. After this I consider making some time off from writing fic again. So forgive me if this fic wont be updated for some time. :D
~oOo~
Curse of the Glass Shoes Part 4. Scientia
Curse of the Glass Shoes Part 5. Third Generation Princess
Curse of the Glass Shoes Part 6. Mission Start
Curse of the Glass Shoes Part 5. Third Generation Princess
Curse of the Glass Shoes Part 6. Mission Start
Title : Curse of The Glass Shoes
Author : Shin Chaerin/ Karin Asuka
Genre : Fantasy, Romance, Life
Rating : PG15
Main Casts :
INFINITE Hoya as Lee Howon/ Hoya
A PINK Eunji as Jung Eunji
Other Casts :
A PINK Naeun as Son Naeun
A PINK Bomi as Yoon Bomi
A PINK Namjoo as Namjoo
A PINK Hayoung as Oh Hayoung
A PINK Chorong as Park Chorong
A PINK Yookyung as Hong Yookyung
Miss A Suzy as Bae Suzy
INFINITE L as Kim Myungsoo
A PINK Bomi as Yoon Bomi
A PINK Namjoo as Namjoo
A PINK Hayoung as Oh Hayoung
A PINK Chorong as Park Chorong
A PINK Yookyung as Hong Yookyung
Miss A Suzy as Bae Suzy
INFINITE L as Kim Myungsoo
Type : Chaptered
Disclaimer: Semua cast bukan milik saya walaupun pengen banget ngoleksi mereka yang ganteng-ganteng. *eh. Enjoy my craziest fantasy ever.
Chapter 7. The Chaser's Tamer
Flashback
“Eunji yaa!” Chorong memanggil manggil
Eunji yang sejak tadi bermain dengan bubble lightnya.
“Wae yo eonnie?” “Akhirnya mau melatih
bubble lightmu juga?” Eunji menjawab sambil terkekeh
“Aniyo, ya! Aku sama sekali tak
berminat berlatih bubble light itu. Haha, kau tahu kan aku ini tipe penyerang?”
Chorong berkata sambil sesekali merapikan rambut panjang sepunggungnya.
“Eonnie!!!!” suara seorang wanita yang
kemudian mereka kenali sebagai Namjoo mengagetkan mereka.
“Eonnie Eonnie Eonnie, Chorong
eonnie!!!” kata Namjoo sambil mengatur nafasnya, ia habis berlari dari kelas.
“Wae?” Chorong bertanya sambil
menaikkan alisnya
“Itu… ah maksudku, ada murid baru!!!”
kata Namjoo antusias. Chorong dan Eunji saling berpandangan.
“Nugu yo?” tanya Eunji. Ia mengenal
semua gadis yang berpotensi menjadi seorang Tamer, dan semuanya sudah masuk di
akademi tamer tempatnya belajar sekarang.
“Suzy!! Bae Suzy!! Dia.. uhm.. bukan
dari Scientia” kata Namjoo.
“Huh?” dahi Chorong berkerut.
“Aisssh, ppali, ayo kita ke kelas
saja, dan kalian bisa lihat sendiri. Ppali!” kata Namjoo yang sejak tadi gatal
ingin kembali ke kelas tempat murid baru itu sedang memperkenalkan diri.
Mereka bertiga kembali ke kelas dan
mendapati gadis yang mereka bicarakan tadi sedang berdiri di depan kelas,
memperkenalkan dirinya. Eunji dan Chorong hanya tersenyum canggung ketika guru
mereka bertanya dari mana saja mereka berdua.
“Cheoneun, Suzy imnida. Senang bertemu
kalian semua” kata gadis itu sambil membungkuk dalam dalam. Ia kemudian
mengambil tempat duduk di samping Naeun. Naeun tersenyum padanya, Suzy pun
membalas senyuman Naeun dengan canggung, masih belum terbiasa dengan lingkungan
barunya.
Suzy, seperti Tamer yang lain memiliki
paras cantik, mata lebar dan kharismatik serta rambut hitam lurus yang
mempesona. Ia dengan mudah bisa bergaul dengan Tamer yang lain termasuk 7 tamer
yang paling kuat yaitu Chorong, Eunji, Naeun, Bomi, Yookyung, Namjoo, dan
Hayoung. Dengan kemampuan dan bakatnya yang luar biasa, ia berhasil masuk ke
jajaran Tamer terkuat, bahkan ia berhasil mengalahkan beberapa Tamer yang lain
dalam ujian kelulusan yang baru saja diumumkan.
“Aku belum bisa percaya Putri Hara
telah tiada” kata Namjoo saat istirahat. Mereka berdelapan sedang berkumpul di
bawah pohon besar, mengobrol sambil sesekali melatih kekuatan mereka.
“Ne, aku juga. Pangeran Junhyung pasti
juga belum bisa menerimanya” kata Eunji menambahkan
“Aku lebih penasaran, siapa Putri
pengganti Putri Hara” kata Suzy datar. Para Tamer yang lain memandang Suzy dan
mengerutkan dahi.
“Ya! Suzy ah, kau tidak berduka
sedikit pun atas meninggalnya Putri kita?” Chorong memandang Suzy kemudian
menghela napasnya. Ia kadang tak mengerti jalan pikiran salah satu sahabatnya
itu.
“Tapi pemerintahan harus terus
berjalan kan? Dan Putri generasi kedua harus segera dipilih. Kalian tahu, aku
tak sengaja dengar dari songsaengnim, mereka akan memilih kandidat putri dari
kita berdepalan.” Kata Suzy panjang lebar. Sontak ketujuh gadis itu terkejut.
“Mwo?” Mereka serempak bertanya.
“Ya ya! Benarkah itu?” Bomi dengan
antusias bertanya pada Suzy.
“Ne, aku mendengarnya saat tak sengaja
lewat depan ruang songsaengnim.
“Aisshh jinjja, merepotkan saja. Yang
jelas aku tak berminat menjadi putri” kata Chorong sambil mengangkat tangannya.
“Hei, jangan jangan, nilai kelulusan
kita tadi masuk penilaian?” Eunji tiba tiba angkat bicara.
“Mungkin saja” jawab Naeun sambil
mengangkat tangannya ke dagu.
“Haha, untung sekali aku peringkat
terakhir di antara kalian. Ya! Eunji yah kau peringkat pertama kan? Chukhae!
Suzy Naeun juga. Aku mendukung kalian menjadi Putri generasi kedua” kata
Chorong. Dia kelihatan bahagia sekali di peringkat terakhir. Sebenarnya Chorong
memiliki bakat dan kekuatan yang setara dengan Eunji, namun ia malas
menunjukkannya, ia sama sekali tak berminat menjadi seorang putri.
“Eonniee, aku juga ingin menjadi putri
generasi kedua” Bomi merengek pada Chorong.
“Bomi yaa, dilihat dari segi apapun
kau tetap kalah dari Eunji, Suzy dan Naeun, jadi tak usah berharap” kata
CHorong sambil tertawa terbahak-bahak. Chorong memang sedikit sadis dengan
candaannya.
Mereka semua tertawa melihat wajah
Bomi yang suram karena ulah Chorong. Eunji, Suzy dan Naeun, kandidat terkuat
Putri generasi kedua itu diam diam berjanji akan berusaha keras mewujudkan
keinginan mereka. Dan, persaingan antara ketiganya dimulai. Namun seiring
waktu, Naeun dan Suzy lebih memilih mundur dan mendukung Eunji untuk menjadi
Putri generasi kedua, alasan mereka simpel, karena mereka merasa belum siap
untuk menjadi gadis paling berpengaruh di negerinya.
Akhirnya hari itu pun tiba, hari yang
cukup mengejutkan bagi kedelapan Tamer itu. Ya, misi dari kerajaan telah tiba,
dan mereka mau tak mau harus melakukannya. Misi itu akan menjadi pertimbangan
pemilihan mereka menjadi Putri generasi kedua. Naeun dan Suzy memang mendukung
Eunji untuk menjadi Putri generasi kedua, namun bukan berarti mereka menganggap
misi itu enteng. Begitu halnya dengan Tamer yang lain, mereka berjanji akan
menjalankan misi sebaik mungkin.
Sebenarnya, apa sih misi yang
diberikan oleh kerajaan pada mereka? Misi itu cukup membuat mereka terkejut
dengan mulut menganga lebar.
“Park Chorong, Jung Eunji, Yoon Bomi,
Son Naeun, Bae Suzy, Kim Namjoo, Hong Yookyung dan Oh Hayoung, silakan maju ke
depan” kata kepala akademi yang tiba-tiba di tengah pelajaran berlangsung
muncul di kelas mereka.
Satu persatu mereka berdepalan pun
maju ke depan kelas dengan pikiran yang bertanya-tanya, apa maksud kepala
akademi memanggil mereka ke depan.
“Hari ini misi dari kerajaan sudah
tiba, dan kalian berdelapan harus menyelesaikannya, dengan baik tentu saja”
kata kepala akademi sambil memandang mereka satu persatu. Tamer yang lain yang
tak dipanggil namanya sontak langsung berbisik bisik, penasaran dengan misi
yang diberikan kerajaan. Kedelapan Tamer itu hanya saling bertatapan dengan
wajah bingung.
“Kalian diperintahkan untuk mengendalikan
Chaser, masing masing dari kalian harus berhasil mengendalikan seorang Chaser.
Dan, batas waktu untuk misi ini adalah.. satu bulan.” Sontak mulut mereka
menganga lebar.
“Mwo?!” Chorong histeris. “Tapi song
saengnim, saya rasa kami masih belum siap untuk misi seberat itu” Chorong
berkata yang disambut anggukan dari 7 Tamer yang lain.
“Siap atau tidak siap, kalian harus
siap, karena ini misi dari kerajaan” kepala akademi menjawab dengan tegas.
Wajah mereka mendadak lesu. Apa yang harus mereka lakukan? Mengendalikan Chaser
bukan misi main main, nyawa mereka taruhannya.
“Ah ya, sebagai keringanan, akademi
telah mengambil kebijakan. Beberapa dari kalian akan menyelesaikan misi
berpasangan. Son Naeun
dengan Bae Suzy, Hong Yookyung dengan Yoon Bomi, dan Kim Namjoo dengan Oh Hayoung.”
“Ssaem, bagaimana dengan aku dan
Chorong eonnie?” tanya Eunji yang menyadari namanya tak disebutkan
“Kau dan Chorong menyelesaikan misi
sendiri. Aku percaya dengan kekuatan kalian. Besok, bersiaplah berangkat. Oh
ya, ini kalung yang harus kalian jaga baik-baik” kata kepala akademi sambil
menyerahkan kalung kepada masing-masing gadis itu. Mereka berdelapan tampak
takjub menatap kalung itu. Mereka pertama kali melihat kalung yang nantinya
akan mereka serahkan pada Chaser jika mereka berhasil mengendalikannya. Kalung
itu akan berubah menjadi pedang dimensi jika berada di tangan Chaser yang telah
mereka kendalikan. “Baiklah, dan..selamat berjuang” kepala akademi keluar dari
kelas mereka sambil tersenyum lebar, sedangkan delapan orang yang menjadi
korban shock pengumuman mendadak itu langsung lemas. Bomi tak henti hentinya
mengguman ‘ottokhae’ berkali-kali sampai Chorong dan Eunji membentaknya. Naeun
terus memainkan rambutnya, tanda jika ia sedang panik dan tak tahu harus
berbuat apa. Hayoung, Yookyung, Namjoo hanya duduk bersimpuh di lantai dengan
pandangan kosong. Suzy terlihat paling tenang di antara mereka berdelapan, ia
yakin dengan kemampuannya sendiri.
Dan.. hari itu pun tiba. Para tamer
yang mendapatkan misi mengejutkan dari kerajaan itu sejak pagi sudah berkumpul
di akademinya. Masing-masing dari mereka diberi sebuah peta Scientia, hanya
itu. Kepala akademi meletakkan keputusan di tangan mereka, entah mereka mau
kemana dan melakukan apa tak peduli, intinya begitu waktu satu bulan telah
habis kedelapan Tamer itu harus kembali ke akademi, dengan membawa Chasernya
masing-masing, yah jika mereka berhasil.
Chorong, Eunji, Suzy, Naeun, Bomi,
Namjoo, Yookyung dan Hayoung, kedelapan gadis itu berkumpul dan mendoakan
keselamatan masing-masing. Lalu mereka pun berangkat, ke tempat tujuan
masing-masing.
Hari itu, Eunji yang berangkat seorang
diri berkali-kali melihat petanya sambil terus berjalan. Ia berpikir keras,
kemana ia harus mencari Chaser itu.
“Nan, molla!!” teriaknya frustasi
setelah melihat petanya berkali-kali. Akhirnya ia memutuskan menuju Silent
Forest, tempat favoritnya di Scientia. Ia terus berjalan dan akhirnya sampai di
Silent Forest. Eunji sangat terkejut melihat pemandangan di depannya.
Seharusnya ia menjumpai pemandangan hutan dengan pohon lebat dan teduh, namun
yang ia lihat sekarang bukanlah itu. Silent Forest yang ia lihat sekarang
adalah hutan dengan pohon-pohon yang tumbang dimana-mana. Eunji terkejut dan
bertanya-tanya apa yang membuat Silent Forest porak poranda seperti itu. Ia
memicingkan mata, di tengah kegelapan hutan Eunji melihat sesosok menyerupai
manusia, pria yang sedang mengamuk, menghancurkan apa pun yang dilihatnya.
Itukah yang dinamakan Chaser? Eunji bertanya-tanya dalam hati. Gelombang
kemarahan pun menyerangnya. Chaser itu tak bisa dibiarkan merusak tempat
favoritnya.
“Ya!!!!” teriak Eunji menggelegar.
Chaser itu pun menoleh ke arah Eunji. Ia terlihat tidak suka melihat Eunji yang
merusak kesenangannya.
“Apa yang kau lakukan hah?” teriak
Eunji lagi. Eunji diam di tempatnya dengan terus mengawasi Chaser itu. Ia
sedikit merasa takut tetapi ia percaya pada kekuatan melihat masa depannya.
Namun kekuatannya yang luar biasa itu pun punya kelemahan, yaitu tidak bisa
meramalkan apa yang terjadi pada dirinya sendiri.
Chaser yang merasa terganggu itu pun
semakin mendekat ke arah Eunji. Eunji menatapnya sengit. Chaser itu berhenti di
jarak 2 meter di depannya.
“Nugu?” tanya Chaser itu pada Eunji.
“Jung Eunji” jawabnya singkat. Chaser
itu terkekeh, bahunya tampak naik turun.
“Wae?” tanya Eunji melihat Chaser itu
menertawakannya.
“Dengar ya gadis cilik, aku tak peduli
kau ini wanita atau apa, apa pun yang mengganggu kesenanganku harus
dilenyapkan” kata Chaser itu mengancam.
“Dan aku harus takut begitu?” tanya
Eunji meremehkan. Chaser itu sedikit terkejut dengan ucapan Eunji yang sama
sekali tidak merasa takut.
“Sebutkan namamu” kata Eunji padanya.
“tidak penting, karena sebentar lagi
kau akan mati” kata Chaser itu. Dia menyerang Eunji secara tiba-tiba, namun
Eunji berhasil menghindar, ia bisa mengetahui apa yang akan dilakukan musuh di
depannya.
“huh, ternyata kau lumayan juga” kata
Hoya setelah tahu Eunji berhasil menghindari serangan mendadaknya.
Eunji hanya tersenyum samar. Hoya
menyerangnya lagi, ternyata ia dapat mengendalikan elemen tanah. Dengan sekali
mengangkat tangannya, ia dapat melemparkan bola-bola raksasa yang terbuat dari
tanah ke arah Eunji. Eunji bisa memprediksi pergerakan Hoya itu dan menciptakan
bubble light untuk melindungi dirinya. Kini bubble light menyelubungi tubuh
Eunji dengan sempurna. Hoya yang melihat kekuatan Eunji itu takjub. Ia tak
mengira gadis yang kelihatan lemah itu mempunyai kekuatan yang cukup untuk
menandinginya.
“Ya! Bagaimana kalau kita taruhan?”
Eunji tiba-tiba angkat bicara, bubble light masih menyelubungi tubuhnya.
“Mwo?” Hoya tak mengerti maksud Eunji.
“Sepertinya tidak seru kalau kita Cuma
bertarung seperti ini, benar kan?” tanya Eunji padanya
“Hmm. Benar juga.” Jawab Hoya
mengangguk angguk
“Kalau kau bisa mengalahkanku, kau
boleh membunuh dan mengobrak abrik hutan ini atau bahkan Scientia. Tapi kalau
aku bisa mengalahkanmu, kau harus mengikat kontrak denganku. Bagaimana?” kata
Eunji. Dahi Hoya berkerut mendengarnya.
“Mwo? Kontrak? Maksudmu, mengikat
kontrak dengan menitipkan jiwaku padamu? Kau gila?” kata Hoya sambil menaikkan
alisnya.
“Ani, aku seratus persen tidak gila.
Ah, kau pasti tak yakin menang melawanku kan? Makanya kau takut.” Kata Eunji
meremehkan Hoya.
“YA!! Siapa yang bilang aku takut heh?
Geurae, aku setuju, aku akan menghabisimu secepatnya” kata Hoya singkat lalu
menyerang Eunji dengan kekuatan elemen tanahnya.
Namun, Eunji dengan kekuatannya yang
bisa memprediksi masa depan berhasil menghindari serangan Hoya. Dan Hoya pun
kehabisan energi. Hoya tak sanggup berdiri lagi. Eunji menatapnya dengan
pandangan meremehkan.
“Sepertinya, sudah cukup perlawananmu”
kata Eunji sambil menatap Hoya. Hoya menatapnya sengit, ia tak terima kalah
dari seorang gadis.
“K..kau.. kau bukan wanita” kata Hoya
terengah engah.
“Mwo?” “Apa katamu?” Eunji tersinggung
dengan perkataan Hoya, ia menendang kakinya sampai Hoya terjungkal. Hoya
terkapar dan menatap Eunji tidak percaya. Sepertinya aku memang sudah kalah,
katanya dalam hati.
“Baiklah sekarang, mari kita mulai
pengikatan kontraknya” kata Eunji sambil mendekati Hoya yang terkapar tak
berdaya.
Eunji mendekatkan wajahnya ke wajah
Hoya. Hoya sedikit terkesiap dengan sikap Eunji yang tiba-tiba itu.
“Buka mulutmu sedikit” kata Eunji
memerintah
Hoya membuka mulutnya. Bibir Eunji
semakin mendekat ke bibir Hoya, lalu muncul semacam asap berwarna putih dari
bibir Hoya dan Eunji menghisapnya dalam-dalam. Setelah itu di punggung tangan
Eunji muncul sebuah tato berbentuk bintang. Kontrak mereka sebagai pasangan
Chaser dan Tamer pun dimulai.
“Nah, selesai, mulai sekarang, kau
adalah Chaserku, oh ya, aku belum tahu namamu” kata Eunji pada Hoya yang masih
bingung dengan apa yang baru terjadi.
“Mwo? Secepat itu? Aku kira perlu
lingkaran sihir, ramuan dan semacamnya” kata Hoya.
“Haha, babo ya, kau Chaser tapi tak tahu
cara mengikat kontrak dengan tamer, dasar aneh” kata Eunji mengejek Hoya.
“Ya!!” Hoya membentak Eunji dan
berusaha menggapai Eunji.
“Ya! Jangan macam macam denganku,
kalau aku mati kau juga mati. Ingat itu! Hahaha” Eunji tertawa keras sekali.
Gadis ini, bukan gadis biasa, pikir
Hoya dalam hati.
“Oh ya, aku harus memberimu ini” kata
Eunji sambil melepas kalungnya dan memberikannya pada Hoya. Hoya menerimanya,
dan tiba-tiba kalung itu berubah bentuk menjadi sebuah pedang.
“Apa ini?” tanya Hoya yang sedang
memegang pedang itu.
“Pedang dimensi” jawab Eunji. “Yah,
semacam hadiah karena sudah mengikat kontrak denganku” lanjutnya sambil
tersenyum
“Eh, ya! Aku belum tahu namamu!” kata
Eunji lagi menuntut jawaban dari Hoya yang dari tadi tak menjawab pertanyaannya
itu.
“Hoya, dan kau?” tanya Hoya pada Eunji
“Jung Eunji” jawab Eunji tersenyum
memamerkan deretan gigi putihnya yang rapi.
Entah kenapa saat itu Hoya merasa
hangat. Melihat senyum gadis di depannya membuatnya merasa nyaman, seakan tak
ada yang perlu dikhawatirkannya lagi. Entah takdir apa yang akan menyambut
mereka di masa depan, Hoya berharap bukan takdir yang kejam atau apapun semacam
itu.
“Kajja, kau bisa berdiri tidak? Apa
aku perlu menggendongmu?” kata Eunji sambil tersenyum mengejek lagi.
“Babo!” kata Hoya sambil berusaha
berdiri, namun sedikit terhuyung. Eunji memapahnya dan membantunya berjalan.
Mereka pun menuju akademi tamer, dan misi Eunji pun selesai.
Eunji paling cepat menyelesaikan
misinya dibanding yang lain. Di tempat yang berbeda, Naeun dan Suzy masih terus
berjalan menyusuri daerah-daerah di Scientia yang belum pernah mereka jamah
sebelumnya. Tanpa mereka sadari, mereka sudah menghabiskan 2 minggu hanya untuk
mencari seorang Chaser, dan dalam waktu 2 minggu itu mereka belum menemukan satu
orang pun. Naeun sangat menikmati perjalanannya mencari Chaser itu karena ia
bisa melihat sisi lain dari Scientia yang belum pernah dilihatnya. Sedangkan
Suzy, ia nampak tak sabaran karena ingin segera menyelesaikan misi dan kembali
pulang ke akademi Tamer. Berkali-kali ia menggerutu karena tak kunjung
menemukan seorang Chaser, Naeun hanya menghibur sambil tertawa-tawa melihat
pemandangan di depannya.
“Suzy ah, lihat!! Itu, bukankah itu
flower valley yang banyak dibicarakan itu?” tanya Naeun antusias begitu melihat
lembah penuh bunga yang terhampar di depannya. Yang dilihat Naeun memang flower
valley, lembah penuh bunga, bunga lily, bunga mawar, bunga apa saja tumbuh
dengan indahnya di tempat itu. Naeun dengan riangnya berlari menuju lembah
penuh bunga itu, ia sangat menyukai bunga, terutama bunga lily putih.
“Suzy ah, kajja!” katanya sambil
berlari. Suzy hanya menatapnya malas.
“Aissh jinjja, Naeun ah, cepatlah
kembali aku tunggu disini” teriak Suzy pada Naeun yang tengah menari-nari
diantara bunga lily putih. Suzy merebahkan dirinya di atas rerumputan, ia ingin
memejamkan matanya sejenak.
Naeun begitu bahagia berada di tempat
itu. Tempat dimana ia dikelilingi bunga lily putih yang berayun lembut kesana
kemari. Ia membelai kelopak bunga itu dan tersenyum senang.
“Mulai sekarang, lembah ini aku beri
nama lily valley” Naeun menggumam. Namun kesenangannya tak berlangsung lama.
Naeun tiba-tiba merasakan suatu aura dingin yang semakin mendekat ke arahnya.
Ia tak berfirasat baik tentang itu. Naeun menengok ke belakang dan melihat Suzy
sedang tertidur di atas rerumputan. Ia sadar harus memberitahu Suzy tentang
perasaan aneh barusan.
“Suzy ah, bangun! Aku merasakan
sesuatu yang aneh disini” teriak Naeun dengan suara yang bergetar. Ia takut
dengan sesuatu yang buruk yang mungkin terjadi.
Suzy yang bangun karena teriakan Naeun
hanya mengusap matanya, bingung dengan apa yang terjadi. Ia mendapati Naeun
masih berada di lembah bunga lily. Namun ada yang aneh, di depan Naeun,
hamparan bunga lily yang mestinya berwarna putih perlahan menghitam.
“Naeun ah, lihat depanmu!” teriak Suzy
begitu melihat sesuatu yang aneh.
Naeun menengok dan ia terkejut
mendapati hamparan bunga lily yang tadinya berwarna putih sekarang menghitam.
Lebih tepatnya, bunga-bunga itu diselimuti kristal hitam. Dan, sosok itu
akhirnya muncul. Seorang pria dengan tinggi yang jauh lebih dari Naeun,
tubuhnya dibalut pakaian berwarna hitam, wajahnya sempurna dengan hidung
mancung, kulit bak porselen serta mata yang amat tajam. Pria itu semakin
mendekat ke arah Naeun. Naeun semakin merasakan aura dingin, ia memeluk
tubuhnya. Tak mampu bergerak, ia hanya menatap ke arah Suzy, sorot matanya
mengatakan ia butuh pertolongan. Suzy melihatnya dan ia segera bergerak ke arah
Naeun. Suara pria itu membuat Naeun mengalihkan pandangan dari Suzy ke arahnya.
“Siapa kau?” tanya pria itu padanya.
Naeun menelan ludahnya dengan susah payah dan berusaha mengumpulkan suaranya.
“Son Naeun” jawab Naeun singkat. Pria
itu hanya tersenyum miring, memamerkan smirk khasnya.
“Dan aku L” katanya singkat, Naeun
hampir tak mendengar apa yang dikatakan pria itu karena begitu ia selesai
berkata, ia langsung menyerang Naeun dengan kekuatan hujan kristalnya. Naeun
terkejut, namun ia refleks dan berhasil membentuk bubble lightnya yang terkuat.
Kristal-kristal hitam L pun hancur begitu mengenai bubble light Naeun. Dengan
secepat kilat, L kini berada tepat di depan Naeun. Naeun masih diselubungi
bubble lightnya. Tatapan mata tajam L menghujani Naeun dengan pertanyaan ‘siapa
kau sebenarnya?’. L merasa begitu tertarik pada gadis yang sedang ditatapnya
itu, entah kenapa. Ia merasakan kerinduan yang tak terjelaskan. Perasaan aneh
itu… seakan ada ribuan kupu-kupu dalam perutnya. Benar-benar aneh, batin L. Perhatiannya
teralihkan ketika ia merasakan kehadiran orang lain di tempat itu.
“Cih, mengganggu saja” L menggumam
sambil menatap tajam ke arah Suzy. Ia lalu tertawa ringan.
“Baiklah, sekalian saja aku habisi
kalian berdua” kata L sambil bersiap melancarkan serangan hujan kristalnya.
“Suzy ah, awas!” teriak Naeun begitu
melihat hujan kristal L yang akan mengenai Suzy.
Suzy terkesiap, ia benar-benar tak
siap dengan serangan mendadak L, Suzy berusaha menggunakan bubble lightnya,
tapi ia terlambat.
“tidaaaaakk!” teriaknya sambil menutup
mata rapat-rapat.
Namun ternyata tak terjadi apapun pada
Suzy. Begitu ia membuka mata, bubble light Naeun menyelubunginya dengan
sempurna.
“Suzy ah…kita..kita harus mundur..”
kata Naeun sambil terengah engah. Perlu energi yang besar untuk menciptakan
bubble light secepat dan sekuat itu.
“Tidak, aku pasti bisa mengendalikan
Chaser itu” kata Suzy mantap, ia yakin pasti bisa mengendalikan L.
Suzy semakin mendekati L, L
menyadarinya dan menyerangnya dengan Black Krystal Rain nya. Suzy berkali-kali
menghindar. Naeun hanya bisa melihat Suzy dan sesekali menciptakan bubble
lightnya untuk melindungi Suzy. Suzy menyerang L dengan kekuatan hipnotisnya,
namun tak mempan. Kekuatan Suzy tak sebanding dengan L.
“Kau tau, dalam perang, orang yang
paling penting adalah orang dengan kekuatan pertahanan” kata L saat bertarung
dengan Suzy. Suzy hanya bisa mengerutkan dahi, tak mengerti maksudnya.
“Apa maksudmu?” tanya Suzy
“Maksudku adalah ini” kata L. sekejap
kemudian ia menghujani Naeun dengan Black Krystal Rain nya. Mata Suzy
terbelalak melihat serangan mendadak L pada Naeun.
“Naeun ah!!!” teriak Suzy begitu
melihat Naeun terluka akibat serangan hujan kristal itu. Bubble light yang dari
tadi melindungi Suzy pun menghilang.
L tertawa melihatnya. Sekarang Suzy
sangat mudah untuk dikalahkan, begitu pikirnya.
“Kau lihat, begitu orang dengan
kekuatan pertahanan tumbang, musuh akan mudah dikalahkan” kata L. serta merta
ia menyerang Suzy yang masih shock dengan Black Krystal Rain nya lagi. Suzy pun
terkapar tak berdaya.
Naeun dan Suzy, keduanya terluka.
Mereka tinggal menunggu L menghabisi nyawa mereka.
“Sekarang, sudah waktunya kalian mati”
kata L dengan dingin. Ia mengeluarkan kristal hitamnya yang amat tajam, bersiap
menusukkannya tepat di jantung Suzy. Suzy terlihat amat takut, matanya
berkaca-kaca. Namun L tak menggubrisnya. Begitu ia akan menusukkan kristal tajamnya,
L merasa ada sesuatu yang bergelayut di kakinya.
“Hen..ti..kan, aku..mo..hon. Jangan
bunuh dia..” Naeun memohon sambil menarik kaki L, namun ia tak berdaya karena
terluka parah.
L menatap Naeun, apa yang dikatakan
gadis ini? Kenapa dia malah memohon untuk hidup orang lain? Kenapa?
Perasaan aneh itu datang lagi. Gadis
ini… siapa dia?
L masih diam mematung memandang Naeun.
Suzy melihat mereka berdua, bingung dengan apa yang terjadi. Diam-diam Suzy
mengobati luka-lukanya dengan kekuatan penyembuhnya.
“Aku mohon.. bunuh aku saja..biarkan
Suzy pergi..aku..mohon” kata Naeun memohon lagi dengan suaranya yang makin
melemah.
Pandangan mata L tak lepas dari Naeun.
Kenapa? Kenapa ia tak mampu mengalihkan pandangannya dari sosok gadis itu?
L menunduk, ia menatap Naeun
lekat-lekat. Tangan L terangkat menyentuh pipi Naeun dan wajahnya yang penuh
luka. Mendadak ia merasa berdosa, ia pun tak mengerti kenapa merasa seperti
itu. Tangan L tak beranjak dari pipi Naeun, Naeun balik menatap L. Ia terkejut
mendapati sepasang bola mata hitam tajam yang menatapnya dengan sangat intens.
Seakan oksigen di planet itu menipis, Naeun berusaha membuat dirinya terus
bernapas.
“Kau, gadis yang aneh” kata L singkat
sambil memamerkan smirknya yang bisa membuat siapapun meleleh karenanya.
Naeun semakin merasa oksigen di
sekitarnya berkurang kadarnya. Bernapaslah Naeun, bernapaslah,katanya
menginstruksikan paru-parunya untuk terus melaksanakan fungsinya.
L mendekatkan wajahnya ke wajah Naeun,
ia menatap bibir cherry Naeun yang begitu menggoda. Ia tak pernah merasa
seperti itu sebelumnya, ia begitu ingin mencium bibir itu walaupun ia tahu,
mencium bibir seorang Tamer berarti menyerahkan jiwanya untuk dikendalikan.
Namun ia tak peduli, akalnya sudah konslet dan ia pun mencium Naeun dengan lembut,
Naeun menutup matanya rapat-rapat. Ia tak menolak, bahkan mungkin malah
menikmatinya. Lagi-lagi, Naeun harus bersusah payah menyuruh paru-parunya tetap
melakukan fungsinya. Sekejap, L sudah menjadi Chaser milik Naeun. Begitu mereka
selesai, Naeun pingsan. L menatap Naeun dengan iba, tiba-tiba ia merasakan
suatu gelombang penyesalah yang luar biasa. Menyesal karena melukai gadis yang
tak sadarkan diri itu.
“Kenapa?” Suzy tiba-tiba memecah
kesunyian antara ia dan L. Suzy melihat apa yang terjadi antara L dan Naeun dan
tak mengerti.
“heh?” L bertanya balik.
“Kenapa kau mau menjadi Chasernya? Aku
lebih kuat. Kenapa kau memilih Naeun?” tanya Suzy yang iri melihat Naeun
memperoleh Chaser dengan amat mudahnya padahal ia yang bertarung mati-matian.
“Aku tak tahu” jawab L jujur. Ia juga
bingung kenapa ia dengan amat mudahnya bersedia menjadi Chaser Naeun.
“Wae?” Wae?” tanya Suzy terus menerus.
Suzy kemudian bangun dan mendekati L. Ia menyerangnya dengan kekuatan
hipnotisnya. L berhasil menghindar. Suzy gelap mata, ia juga menyerang Naeun
yang berbaring di dekat L, L berhasil melindungi Naeun dari serangan itu. Ia
mendelik marah ke arah Suzy
“Neo!!” Bentak L “kalau kau sampai
mencelakai Naeun, aku tak segan membunuhmu” katanya dengan dingin.
“Cihh, Chaser tak berguna! Aku akan
menemukan Chaser yang ribuan kali lebih kuat darimu! Huh, silakan kau bermain
dengan Naeun yang lemah itu sepuasmu” kata Suzy sambil beranjak pergi dari
tempat itu. L menatap kepergiannya sampai ia benar-benar menghilang dari tempat
itu.
L menghela napasnya. Kenapa ia
melakukan ini semua? L kemudian duduk di samping Naeun yang sedang tidur. Ia
menatap wajah cantik Naeun lekat-lekat. Matanya tak lepas dari wajah Naeun yang
innocent itu. Tanpa ia sadari, ia pun tersenyum. L terkejut dengan apa yang
terjadi pada dirinya hari itu. Seakan dirinya bukan dirinya yang biasa.
L merebahkan dirinya di samping Naeun,
lagi lagi matanya tak lepas dari wajah gadis itu.
“Ya! Kau sebaiknya cepat bangun.. atau
aku akan semakin tergoda mencium bibirmu lagi..” gumam L. Ia sepertinya memang
sudah tidak waras.
Naeun perlahan bangun, ia terkejut
begitu mendapati L berbaring di sampingnya.
“Dimana aku? Dimana Suzy? Apa yang terjadi? Dan kau!!! Apa yang kau
lakukan pada Suzy?” Naeun yang tiba-tiba bangun menyerbu L dengan pertanyaan.
Ia bingung dengan apa yang terjadi, kenapa L berada di sampingya? Apa ia telah
membunuh Suzy? Lalu kenapa ia tak membunuhnya? Apa yang terjadi? Berbagai
pertanyaan terus berkecamuk di benak Naeun.
“Aku L, Chasermu” kata L dengan amat
singkat seakan Naeun memintanya memperkenalkan dirinya.
“Chaser..? Mwo? Chaserku? Apa
maksudmu?” tanya Naeun. Ia kemudian menatap punggung tangan kirinya dan
terkejut melihatnya. Sebuah tato berbentuk bintang ada disana.
“Maksudmu..kita sudah mengikat kontrak
begitu?” Naeun menatap L meminta penjelasan.
“Ya, aku sekarang milikmu” jawab L
singkat. Ia kemudian tersenyum. Seakan oksigen tiba-tiba lenyap dari
paru-parunya, Naeun merasa sesak. Son Naeun, kendalikan dirimu, berkali-kali ia
menggumamkan kalimat itu dalam hati.
“Ah..maksudku..bagaimana bisa? Dan
kenapa kau memilihku? Lalu Suzy? Apa yang terjadi padanya? Apa ia baik-baik
saja?” Naeun bertanya lagi. Ia menatap L lekat-lekat. Ia baru menyadari, Chaser
itu memiliki wajah yang sangat tampan.
“Aku tak tahu, aku hanya.. eeh.merasa
suatu ketertarikan padamu..itu saja”kata L jujur.
Mendadak wajah Naeun memerah.
“ah.. oh.. lalu Suzy?” Naeun kembali
bertanya sambil menyembunyikan wajahnya.
“Dia pergi, mencari Chaser yang lain
kurasa” jawab L.
“Ah..” Naeun menggumam lirih.
Apakah Suzy kecewa? Apa ia marah dan
kesal padaku? Naeun bertanya pada dirinya sendiri. Ia merasa bersalah pada
Suzy.
“Naeun..” L memanggil Naeun,
menyadarkannya dari lamunan.
“Ya?.. eh… L?” kata Naeun, ia begitu
aneh mengucapkan nama yang hanya terdiri dari satu huruf itu.
“Hmm, sepertinya kau perlu berganti
nama” kata Naeun
“Wae? Namaku sudah bagus” kata L
membalas perkataannya
“Aniyaa, bagaimana kalau Kim Myungsoo?
Lebih bagus dan panjang” kata Naeun sambil tersenyum
L merasa otaknya tiba-tiba macet
begitu melihat senyum itu. L menggelengkan kepalanya.
“shireo, L lebih bagus” katanya yang
tak setuju dengan nama itu.
“Ya!! Kim Myungsoo lebih bagus dan
panjang dari pada L yang hanya satu huruf itu. Lebih baik kau terima saja atau
aku tak akan memberikan pedang dimensi padamu” kata Naeun mengancam L sambil
menggembungkan kedua pipinya.
L menatapnya dan tersenyum geli, Naeun
amat lucu jika sedang kesal ternyata. Ia pun menyerah tak mau membuat Naeun
semakin kesal.
“Arasso arasso. Oke, jadi sekarang
namaku Kim Myungsoo. Dan mana pedang dimensiku, nona Naeun?” kata L yang
sekarang berganti nama menjadi Myungsoo.
Naeun tersenyum, kemudian ia melepas
kalungnya dan memberikannya pada Myungsoo. Sekejap kalung itu berubah menjadi
pedang di tangan Myungsoo. Myungsoo tampak takjub dengan pedang itu.
“Gunakan baik-baik..” kata Naeun
memperingatkan Chasernya.
“Baik nona Naeun” jawab L
“Ya! Jangan memanggilku begitu” kata
Naeun yang merasa aneh dipanggil ‘nona’
“Hmm? Lalu aku harus memanggilmu apa?”
tanya Myungsoo sambil menatap Tamernya
“Ah..hmm… Naeun..ie?” kata Naeun
malu-malu
“Naeunnie? Begitukah kau ingin aku
memanggilmu?” Myungsoo bertanya. Mendadak wajah Naeun merah lagi.
“Aniyooo, jangan memanggilku dengan
intonasi begituu” kata Naeun yang malu karena Myungsoo memanggil namanya dengan
intonasi yang aneh.L hanya tertawa melihat wajah Naeun yang memerah.
Begitulah Naeun menyelesaikan misinya
dan kembali ke akademi Tamer bersama Chasernya tentu saja.
End
of Flashback
~oOo~
Sepertinya writing skill saya sangat menurun, hahahaha, forgive me for that. Setelah ini FF yang lain bakal update juga. Thanks for reading guys. :D
Label:
Fanfiction
Sabtu, 15 Februari 2014
A Good Song..
I always listen to SCANDAL these days, and this song is really good.
TOMOMI voice is really emotional. And.. the lyrics is good too.
Check this video out.
SCANDAL - Bitter Chocolate
Lyrics: TOMOMI, Music: RINA,
Arrangement: Keita Kawaguchi
Haa..tto nagai iki wo nomikonde
Itsumo to kawaranai yasashii egao ni tsukiau
Mou zutto soba ni iru no ni kyou mo
Atashi no shita machigai ni kimi wa kizukanai
Yukkuri toketeku bitaa chokoreeto
Amai kaori ni yobare oboreta
Kaze ga fukeba kimi no kami ni kusuguraresou na kyori de
Chotto zutsu zureteiku hohaba
Minai furi shita zutto
Kangaete akubi shite dondon ashita ni kawatte
Okkotoshita haato no kakera wa moto ni modoranaiwa
Nee aitai to omoukoto ga
Ai toka koi toka sore ni kankei shiteru nara
Yappa gomen kyou de wakaremashou
Tomodachi de iraretara ureshii...nante ne
Hitorikiri da to sukoshi hirosugiru
Tsumetai beddo de dareka no yume wo miru
Takai kata ni awasete
Tsumasakidachi de kisu wo shita
Hajimete kanjita yawarakai taion ni
Terete warai atte
"Aishiteru?" nankai mo kiita no wa "fuan" ja nakute
Kikoeru aijou ga itsumo
Hoshikatta dake na no yo
Baibai, arigatou
Tsutaekitte itoshiku naru
Baibai, ima made arigatou da-ring
Kimi ga naita
Nande darou
Tsurarete atashi mo naiteta
I love you hetakuso ni natte kizutsuketa yoru datte
Yasashisa wo koboshite dakishimete kureta kimi ni ima
Mou ichido amaete mitai kedo
Moto ni modorenaiwa
--------------------------
English Translation
Ah...I take in a deep breath
Going along with the same kind smile
Even though you're always by my side
Again today you haven't noticed the mistake I made
Slowly melting bitter chocolate
It called to me and I drowned in its sweet scent
The distance between us seems just enough for your hair to tickle me if the wind blows
You took me along and we walked side by side
I'd always been pretending not to see
Thinking and yawning as tomorrow swiftly comes
The lost pieces of my heart can't be fixed
Hey, if me missing you
Has to do with love or lust
Then I'm sorry; we're breaking up today
I'd be happy if we could stay friends...I think
I'm all by myself
And in a too wide, cold bed, seeing someone's else dream
Facing your tall shoulders
I stood on tiptoe and kissed you
It was the first time I felt your tender body heat
Embarrassed and smiling
"Do you love me?"; asking that over and over isn't because of anxiety
The only thing I wanted
Was to hear that you loved me
Bye bye, thank you
I'll tell you that I've grown to love you
Bye bye, thank you for everything, darling
You cried
I wonder why
I was hung up and cried too
Even on the nights I hurt you and clumsily said "I love you"
Overflowing with kindness, you embraced me
I want to try depending on you once more
But we can't go back to how we were
TOMOMI voice is really emotional. And.. the lyrics is good too.
Check this video out.
SCANDAL - Bitter Chocolate
Lyrics: TOMOMI, Music: RINA,
Arrangement: Keita Kawaguchi
Haa..tto nagai iki wo nomikonde
Itsumo to kawaranai yasashii egao ni tsukiau
Mou zutto soba ni iru no ni kyou mo
Atashi no shita machigai ni kimi wa kizukanai
Yukkuri toketeku bitaa chokoreeto
Amai kaori ni yobare oboreta
Kaze ga fukeba kimi no kami ni kusuguraresou na kyori de
Chotto zutsu zureteiku hohaba
Minai furi shita zutto
Kangaete akubi shite dondon ashita ni kawatte
Okkotoshita haato no kakera wa moto ni modoranaiwa
Nee aitai to omoukoto ga
Ai toka koi toka sore ni kankei shiteru nara
Yappa gomen kyou de wakaremashou
Tomodachi de iraretara ureshii...nante ne
Hitorikiri da to sukoshi hirosugiru
Tsumetai beddo de dareka no yume wo miru
Takai kata ni awasete
Tsumasakidachi de kisu wo shita
Hajimete kanjita yawarakai taion ni
Terete warai atte
"Aishiteru?" nankai mo kiita no wa "fuan" ja nakute
Kikoeru aijou ga itsumo
Hoshikatta dake na no yo
Baibai, arigatou
Tsutaekitte itoshiku naru
Baibai, ima made arigatou da-ring
Kimi ga naita
Nande darou
Tsurarete atashi mo naiteta
I love you hetakuso ni natte kizutsuketa yoru datte
Yasashisa wo koboshite dakishimete kureta kimi ni ima
Mou ichido amaete mitai kedo
Moto ni modorenaiwa
--------------------------
English Translation
Ah...I take in a deep breath
Going along with the same kind smile
Even though you're always by my side
Again today you haven't noticed the mistake I made
Slowly melting bitter chocolate
It called to me and I drowned in its sweet scent
The distance between us seems just enough for your hair to tickle me if the wind blows
You took me along and we walked side by side
I'd always been pretending not to see
Thinking and yawning as tomorrow swiftly comes
The lost pieces of my heart can't be fixed
Hey, if me missing you
Has to do with love or lust
Then I'm sorry; we're breaking up today
I'd be happy if we could stay friends...I think
I'm all by myself
And in a too wide, cold bed, seeing someone's else dream
Facing your tall shoulders
I stood on tiptoe and kissed you
It was the first time I felt your tender body heat
Embarrassed and smiling
"Do you love me?"; asking that over and over isn't because of anxiety
The only thing I wanted
Was to hear that you loved me
Bye bye, thank you
I'll tell you that I've grown to love you
Bye bye, thank you for everything, darling
You cried
I wonder why
I was hung up and cried too
Even on the nights I hurt you and clumsily said "I love you"
Overflowing with kindness, you embraced me
I want to try depending on you once more
But we can't go back to how we were
Label:
My J-Ent
Jumat, 14 Februari 2014
February 15th..
15 februari? 1 hari setelah tanggal 14 Februari?
Emang ada apaan?
Nggak ada apa apa sih. Bagiku yang lagi digalaukan skripsi ini tanggal 14 bukanlah tanggal spesial. Eh dari dulu juga nggak spesial sih. Haha
Tapi kemaren lumayan spesial, kenapa coba? Karena gunung Kelud meletus lah.
Gimana nggak spesial coba. Jam 2 pagi kemaren keluarga di rumah sms ngabarin kalo hujan pasir lah, suara gluduk gluduk lah, seru dan serem katanya.
Aku yang biasanya nggak pernah telepon rumah duluan langsung nelpon rumah, nanyain kabar disana. Dan untungnya nggak kenapa napa, iyelah orang Tulungagung masi jauh dari Gunung Keludnya. Tapi yaa, masih kebagian hujan pasirnya. Cukup menguras tenaga lah buat bersihinnya. Jadi punya ide buat ngerukin pasir itu, terus dijual ke pabrik semen. Hahaha.
Yah, semoga bencana Kelud ini cepat berlalu, diberi ketabahan bagi yang terkena dampaknya, dan lain lain.
Amiin.
Oh ya, satu lagi.
Kemaren nge run bikin template buat skripsi (polystyrene)
Haha sempet heboh nggak bisa tabung Nitrogen yang akhirnya nggak tau kenapa bisa kebuka juga sih. Polystyrene nya jadii. Seneng sih. Tapi perjalanan penelitian buat skripsi masih sangat sangat panjang.
Be strong aja deh.
Sekian random post dari saya pagi ini.
Gomawoo.
betewe, lagu The Brilliant Green - Ash Like Snow cukup cocok jadi backsound pas hujan abu kemaren. Hahaha
Emang ada apaan?
Nggak ada apa apa sih. Bagiku yang lagi digalaukan skripsi ini tanggal 14 bukanlah tanggal spesial. Eh dari dulu juga nggak spesial sih. Haha
Tapi kemaren lumayan spesial, kenapa coba? Karena gunung Kelud meletus lah.
Gimana nggak spesial coba. Jam 2 pagi kemaren keluarga di rumah sms ngabarin kalo hujan pasir lah, suara gluduk gluduk lah, seru dan serem katanya.
Aku yang biasanya nggak pernah telepon rumah duluan langsung nelpon rumah, nanyain kabar disana. Dan untungnya nggak kenapa napa, iyelah orang Tulungagung masi jauh dari Gunung Keludnya. Tapi yaa, masih kebagian hujan pasirnya. Cukup menguras tenaga lah buat bersihinnya. Jadi punya ide buat ngerukin pasir itu, terus dijual ke pabrik semen. Hahaha.
Yah, semoga bencana Kelud ini cepat berlalu, diberi ketabahan bagi yang terkena dampaknya, dan lain lain.
Amiin.
Oh ya, satu lagi.
Kemaren nge run bikin template buat skripsi (polystyrene)
Haha sempet heboh nggak bisa tabung Nitrogen yang akhirnya nggak tau kenapa bisa kebuka juga sih. Polystyrene nya jadii. Seneng sih. Tapi perjalanan penelitian buat skripsi masih sangat sangat panjang.
Be strong aja deh.
Sekian random post dari saya pagi ini.
Gomawoo.
betewe, lagu The Brilliant Green - Ash Like Snow cukup cocok jadi backsound pas hujan abu kemaren. Hahaha
Label:
My Stories
Selasa, 14 Januari 2014
I'm back to JPOP, but..
Helloooo,
I'm back as a jpoper.
Back then in high school, eh I mean junior high school, I was so into Jpop like YUI, Stereopony, Do As Infinity, SCANDAL, and Johnny's boyband such as NEWS, KAT-TUN, Arashi. Kyaa Yamapi kyaaaa. hahahaha. But then, in senior high school, I was so into Suju. I dont know what change me back then but I forgot about my dearest Yamapi kun back then when I was into Suju. Poor Yamapi chaaan. lololol
And now, I'm back as a jpoper.
I started listening to YUI, SCANDAL, Stereopony and Do As Infinity again.
But..
But..
I've just realized that..
T_____T
STEREOPONY ANNOUNCES THEIR DISSOLUTION
"Pop rock band Stereopony has announced that they will disbanding.
Earlier in August, the band went through a "recharge period" after AIMI (Vo) received surgery for vocal cord polyps. While she was recovering, SHIHO (Dr) and NOHANA (B) went abroad to study music. When the girls got together again, they talked about their future plans and ultimately decided to disband."
via tokyohives.com
WTH is this that I just realized this!!!
Stereopony disband! Nohana and Shiho get in to a new band named EVANPONY, but.. where is AIMI?? I really loves her vocal. T___T
and the shocking news wont end just like that..
check this news below too
YUI ANNOUNCES HER HIATUS
oh no!!
but well, she comes back!!
but... look at this picture below
is that YUI?????
yes it is, but..... she comes back as yui (not YUI) the vocalist of a rock band named FLOWER FLOWER.
Okay, I got somekind of mental breakdown!
Well, I try listening to FLOWER FLOWER songs titled Takaramono, it sounds good (because yui sang it) but I feel that it's not the music YUI used to to. And I can't help feeling dissappointed. huhuuullll.
But afterall, it's still her voice, so I love her and I'll stay as her fan. :D
The happy thing is that SCANDAL stay the same! yay!!!
Or I think they get more popular, and their music sounds more mature.
Big hugs for Haruna, Mami, Tomomi and Rina.
Love yaah! continue your music girls.
I really love listening to HARUKA, NAMIDA NO REGRET, PINHEEL SURFER, etc. :DDD
(picture from BABY ACTION cover album)
And, How about Do As Infinity?????
They just doing fine and I heard that they'll release best album this year.
Wish them good luck and also, Ban Chan already has a baby, congrats for her. :D
I'm back as a jpoper.
Back then in high school, eh I mean junior high school, I was so into Jpop like YUI, Stereopony, Do As Infinity, SCANDAL, and Johnny's boyband such as NEWS, KAT-TUN, Arashi. Kyaa Yamapi kyaaaa. hahahaha. But then, in senior high school, I was so into Suju. I dont know what change me back then but I forgot about my dearest Yamapi kun back then when I was into Suju. Poor Yamapi chaaan. lololol
And now, I'm back as a jpoper.
I started listening to YUI, SCANDAL, Stereopony and Do As Infinity again.
But..
But..
I've just realized that..
T_____T
STEREOPONY ANNOUNCES THEIR DISSOLUTION
"Pop rock band Stereopony has announced that they will disbanding.
Earlier in August, the band went through a "recharge period" after AIMI (Vo) received surgery for vocal cord polyps. While she was recovering, SHIHO (Dr) and NOHANA (B) went abroad to study music. When the girls got together again, they talked about their future plans and ultimately decided to disband."
via tokyohives.com
WTH is this that I just realized this!!!
Stereopony disband! Nohana and Shiho get in to a new band named EVANPONY, but.. where is AIMI?? I really loves her vocal. T___T
and the shocking news wont end just like that..
check this news below too
YUI ANNOUNCES HER HIATUS
oh no!!
but well, she comes back!!
but... look at this picture below
is that YUI?????
yes it is, but..... she comes back as yui (not YUI) the vocalist of a rock band named FLOWER FLOWER.
Okay, I got somekind of mental breakdown!
Well, I try listening to FLOWER FLOWER songs titled Takaramono, it sounds good (because yui sang it) but I feel that it's not the music YUI used to to. And I can't help feeling dissappointed. huhuuullll.
But afterall, it's still her voice, so I love her and I'll stay as her fan. :D
The happy thing is that SCANDAL stay the same! yay!!!
Or I think they get more popular, and their music sounds more mature.
Big hugs for Haruna, Mami, Tomomi and Rina.
Love yaah! continue your music girls.
I really love listening to HARUKA, NAMIDA NO REGRET, PINHEEL SURFER, etc. :DDD
(picture from BABY ACTION cover album)
And, How about Do As Infinity?????
They just doing fine and I heard that they'll release best album this year.
Wish them good luck and also, Ban Chan already has a baby, congrats for her. :D
Okay, its enough for today. My kinda late jpop review ends here. Be happy guys, because tomorrow's tasks and deadlines already waiting for us. huhuhuhu
annyeooooong.
Label:
My J-Ent
Langganan:
Postingan (Atom)












